##Tulisan gue yang Diterbitkan Harian Warta Kota- Jakarta
Seperti Teater Tanah Air pimpinan Jose Rizal Manua. Teater ini, bahkan memiliki anggota yang masih SD. Walaupun masih anak-anak dan remaja tapi tak sulit
melatih mereka. Prestasi teater yang didirikannya 11 september 1988 ini, juga tak main-main. Tingkat internasional sudah mereka kuasai, loh. Perjuangan persiapan mereka selama 7 bulan sebelum pementasan tak berakhir dengan sia-sia. Pada tahun 2004 Festival Anak Asia Pasifik di Jepang, Teater Tanah Air, mendapat 10 medali emas. Begitu juga tahun 2006 yang lalu di Jerman. 19 medali emas yang diperebutkan semuanya diambil oleh Teater Tanah Air. Dan pemeran mereka saat itu adalah masih siswa-siswi yang duduk di bangku SD dan SMP. Waauu…luar biasa bukan? Ketika TaMu, diperlihatkan rekaman pementasan di Jerman. Para pemainnya yang rata-rata SD dan SMP, terlihat sangat rileks, tak ada rasa gugup dari mereka, padahal dari mereka ada yang baru pertama kali tampil di luar negeri. Seperti Niken, siswi SD Trisula Perwari 1, Salemba. Sebelum tampil dia sudah mengatakan dalam hatinya kalau dia harus rileks dan harus tampil yang paling bagus, makanya dia bisa bermain dengan enjoy. Komentar dari orang-orang India, Zimbabwe dan Negara lainnya rata-rata sama. Mereka mengatakan Amazing…Amazing, is best production, wonderful, perform Indonesia very-very good.
Cerita teater yang diangkat kedalam pentas pertunjukan juga, tak jauh dari kisah yang ada disekeliling kita. “Apa aja, tentang hidup dan kehidupan juga bisa”Kata Jose Rizal Manua, atau yang akrab disapa Mas Jose (baca Yos). Itu juga tak berbeda jauh yang diceritakan oleh Sang Kakek yang banyak mengangkat kisah-kisah pemberdayaan manusia. Kepuasan yang didapatkan juga sangat luar biasa. Seperti apresiasi penonton pada pertunjukan. Dan bagi Kakek, jika orang yang menonton mendapat sedikit pemikiran apa yang disampaikan oleh pertunjukan teater, itu bisa jadi salah satu kepuasan tersendiri.