Blog Entrysejarah film IMPRESIONISME PERANCISFeb 14, '08 9:27 AM
for everyone
sejarahfilmdunia.blogspot.com
KUESEN DONY DOSEN FFTV IKJ


IMPRESIONISME PERANCIS

Selalu berubahnya masa-masa krisis keterpurukan di negara Perancis ini juga di alami oleh banyak industri, yang mungkin menjadi suatu manfaat bagi negara Perancis yang akhirnya berpaling ke aliran impresionisme. Berbagai perusahaan pun mau untuk bereksperimen, untuk sebuah alternative.

Masalah yang di hadapi oleh produksi film Perancis di periode tahun 1918 sampai dengan tahun 1928 di turuti oleh beberapa factor yang mendukung. Misalnya pada tahun 1920an, yang kebanyakan mengimport film ke negara Perancis adalah kebanyakan film-film produksi Amerika Serikat (Hollywood), terutama di awal decade, sekali pun Amerika Serikat (Hollywood) mengalami ke munduran terus-menerus di pertengahan tahun 1920.

Situasi yang terus-menerus seperti itu pun akhirnya lama-kelamaan semakin mulai membaik, dan film-film luar negeri pun akhirnya mengalami kesulitan untuk dapat menempati keuntungan pasar di Amerika Serikat (Hollywood), dan film-film roduksi Perancis hanya memiliki kemungkinan kecil untuk bisa berhasil selama berada di periode ini, dengan Amerika Serikat mendominasi keseluruhan pasar, maka negara Perancis pun hanya bisa menghitung dan membatasi pengeluarannya terutama di negara-negara tetangga, seperti Belgia, Switzerland, dan negara-negara jajahan Perancis seperti di Afrika dan Asia Tenggara. Pasar produksi negara Perancis sendiri pun termasuk relative kecil, dan film-film mereka sendiri akhirnya mengalami kerugian. Berlanjut pada sinema Perancis yang seharusnya dapat membantu persaingan di luar negeri. Untuk di tahun sesudah Perang Dunia I, akhirnya Perancis pun menunjukkan gaya baru mereka yang di kenal dengan impresionisme yang di harapkan dapat membantu sinema dalam negeri mereka.

Sebelum Perang Dunia I, yang mengatur industri perfilman Perancis adalah dua perusahaan film besar yaitu Pathe dan Gaumon. Sesudah Perang Dunia I ke duanya kembali di sector yang tidak terjamin di dalam industri produksi dan sentralisasi dalam keuntungan dari hasil distribusi dan eksebisi. Demikian dengan perusahaan besar Perancis yang di bangun dari integrasi vertical seperti yang telah memperkuat industri Hollywood. Aektor produksi film Perancis sedikitnya terdapat beberapa perusahaan film yang tidak terlalu besar, dan yang mendominasi perusahaan film yang kecil. Produksi yang seperti ini adalah sebagai bentuk strategi untuk memperoleh sedikit harapan agar dapat berhasil bersaing dengan Amerika Serikat.

Antara tahun 1918 dan tahun 1923, generasi baru para filmmakers berpendapat bahwa sinema atau film adalah seni. Sutradara-sutradara Perancis beranggapan bahwa pembuatan atau produksi film Perancis sangatlah membosankan di bandingkan dengan film-film Hollywood yang jauh lebih menarik dan banyak di minati oleh orang-orang pada saat sepanjang masa perang. Film-film mereka (Hollywood) mempertunjukkan keterpesonaan dengan gambar-gambar yang indah dan menarik perhatian pada eksplorasi psikologi yang sangat kuat.

Pada saat masa-masa tersebutlah, akhirnya muncullah nama-nama seperti Louis Delluc, Abel Gance, Germaine Dulac, dan Marchel Wherbier. Mereka semua adalah sineas-sineas negara Perancis yang ingin membangkitkan kembali eksistensi film-film Perancis. Mereka semua, terutama Louis Delluc, menginginkan bangkitnya sinema Perancis dengan bentuk baru yang khas Perancis yang menampilkan identitas dari negara Perancis itu sendiri yang dari dulu memang di kenal sebagai negara seni terbesar yang pernah ada di dunia. Louis Delluc akhirnya mengeluarkan statementnya yang menyatakan kalau “FILM PERANCIS HARUS MENJADI SINEMA, SINEMA PERANCIS HARUS MENJADI PERANCIS”. Maksud dari pernyataan Louis Delluc ini adalah sinema dari Perancis itu sendiri harus memiliki ciri khas dari identitans negara Perancis itu sendiri. karena hal tersebut, Louis delluc akhirnya membuat pernyataan tersebut. Hal ini berguna Untuk memacu kebangkitan sinema Perancis itu sendiri. Di dalam hal ini Louis Delluc banyak menggunakan eksperimen. Eksperimen-eksperimen yang ia lakukan di dalam filmnya adalah dengan cara memaksimalkan fungsi kamera ke dalam filmnya. Yang di maksud fungsi kamera di sini bukan mengarah kepada pengaturan kamera itu sendiri, tetapi lebih kepada tehnis dan cara-cara pengambilan gambar atau pun adegan-adegan di dalam film Louis Delluc itu sendiri. Contoh-contoh yang di lakukan oleh Louis delluc dalam memaksimalkan fungsi kamera adalah dengan cara-cara yang pada saat masa-masa tersebut dapat di bilang atau di katakan sangat ekstrem, seperti melempar kamera untuk mendapatkan efek melempar sesuatu entah barang atau apa pun juga. Yang terlihat dari film Louis Delluc pada saat ia menggunakan eksperimen ini ke dalam filmnya, ia ingin menampilkan bentuk visualisasi dari efek salju yang di lempar. Louis Delluc lalu melakukan eksperimen lain menggunakan kamera dengan cara mengikat kamera di kaki kemudian di bawa jalan atau pun berlari. Louis Delluc melakukan ini untuk mendapatkan efek langkahan kaki yang sedang berjalan, berlari, dan sebagainya. Semua eksperimen yang di lakukan oleh Louis Delluc ini tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit. Karena, untuk melakukansemua eksperimen-eksperimennya tersebut, banyak sekali kamera film yang rusak atau pun hancur pada saat eksperimen tersebut di lakukan. Kamera-kamera film tersebut rusak dan hancur karena eksperimen yang di lakukan oleh Louis delluc hasilnya di anggap gagal olehnya, lalu ia kembali melakukan eksperimen-eksperimen tersebut kembali untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari pada yang sebelumnya. Karena membutuhkan biaya yang tentunya sangat besar, seluruh eksperimen yang di lakukan oleh Louis Delluc ini pun akhirnya di biayai oleh sebuah Industri yang bergerak di bidang perfilman di negara Perancis. Industri ini yang juga menginginkan adanya kebangkitan di dalam perfilman Perancis.

Selain Louis Delluc, tokoh sineas Perancis yang juga memiliki peranan penting di dalam kebangkitan sinema Perancis pada masa Impresionisme Perancis adalah Germain Dulac. Germain Dulac telah membuat beberapa film impresionis penting bagi kebangkitan perfilman di negara Perancis tersebut. film-film Germain Dulac yang berpengaruh penting pada masa impresionisme salah satunya termasuk The Smiling Madame Beudet dan Gossette (1923), tetapi Germain Dulac lebih banyak menuangkan karirnya untuk membuat drama-drama konvensional yang di peruntukkan untuk “konsumsi” negara Perancis.

Selain mereka, Abel Gance pun turut mengambil bagian dalam sinema impresionisme Perancis. Film Abel Gance yang berjudul La Dixième symphonie adalah film besar pertama yang menggunakan aliran impresionisme di negara Perancis. Abel Gance mengesankan, kalau reaksi emosi yang di bentuk oleh penonton yang berusaha menyampaikan suatu “impresi” sensasi dan emosional, pada akhirnya menjadi ciri khas pada aliran impresionisme. Yang pada akhirnya memberikan sebuah pemahaman, kalau sinema inpresionisme Perancis adalah bahwa sebuah kenyataan dapat di sebut dan dapat di nyatakan sebagai sebuah kenyataan jika segala sesuatunya yang terlihat dengan mata adalah sesuatu yang real atau nyata. Selain film tersebut, masih banyak lagi film-film yang telah di buat oleh Abel Gance pada masa sinema impresionisme Perancis, Belum lagi film-film yang panjang dan mahal hasil karya atau buatan Abel Gance sendiri yang berjudul J’accuse dan La Roue, yang membuat seorang Abel Gance menjadi seseorang yang terkenal sebagai salah satu tokoh penting kebangkitan sinema Perancis pada zaman impresionisme.

Para filmmakers Perancis di Bantu dengan “krisis” industri Perancis. Karena perusahaan-perusahaan sering mengubah kebijakan mereka (seperti para pengimport film harus di kenakan beberapa biaya, dsb) atau reorganisasi. Dari hal-hal tersebut, para filmmakers mempunyai berbagai macam cara untuk dapat memperoleh anggaran yang menguntungkan. Beberapa sutradara dari aliran impressionist ini juga membagi waktu mereka di antara proyek-proyek avant-garde dan lebih banyak keuntungan mengalahkan film. Sedikit dari para impressionist ini yang bekerja dengan keras dengan style yang lebih di sukai oleh banyak orang.

Walau pun pada umumnya banyak sutradara yang membuat bentuk avant-garde, tetapi mereka juga membagi waktu untuk membuat film yang biasa. Abel Gance, adalah orang pertama yang beralih profesi dari penulis scenario ke sutradara, dan ia memulai debutnya dan masuk ke dunia film pada tahun 1911.


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help